OJK Gagas SNLIK, Literasi dan Inklusif Keuangan Masyarakat

IMG_20260730_063753

 

focusbrita.com – Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Survei ini sebagai instrumen penting untuk melihat kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Jika survei tahun 2025 (SNLIK 2025), hasilnya untuk menggambarkan kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di tahun 2024 atau tahun sebelumnya.

 

SNLIK telah dilaksanakan secara berkala setiap tiga tahun pada 2013, 2016, 2019, 2022, dan mulai dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2024.

Survei ini menjadi instrumen penting dalam evaluasi dan perumusan kebijakan literasi dan inklusi keuangan, dalam rangka penguatan ekosistem pelindungan konsumen dan pengawasan market conduct di sektor jasa keuangan.

Selain itu, Hasil survei juga menjadi bahan evaluasi dalam pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 dan Rencana Pembangungan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

 

Mengingat pentingnya survei ini,  OJK menjalin kerja sama dengan BPS untuk menjaga dan memperkuat validitas dan kredibilitas data.

SNLIK 2025 memberikan gambaran komprehensif mengenai profil demografi responden, tingkat literasi dan inklusi keuangan, serta pemetaan kondisi literasi dan inklusi berdasarkan karakteristik masyarakat.

Data ini diharapkan bisa menjadi rujukan strategis bagi OJK, pelaku usaha jasa keuangan, akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun kebijakan, program edukasi, dan inisiatif keuangan yang lebih terarah dan berdampak.

Sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan diseminasi informasi, buku ini dapat diakses secara luas melalui laman https://sikapiuangmu.ojk.go.id. (*/pol)