Dampak Ekonomi, Ribuan Bunga Mewarnai TIFF 2026 

Screenshot_2026-08-11-13-05-59-181_com.android.chrome

 

focusbrita.com, TOMOHON – Ribuan bunga menghiasi puncak Parade Kendaraan Hias penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, berlangsung di kawasan Menara Alfa Omega, Tomohon, Sabtu (08/08/26).

 

 

Acara ini dihadiri Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, Walikota dan Wakil Walikota Tomohon bersama jajaran Pemkot Tomohon, para Kepala Daerah, Forkopimda, dan disaksikan ribuan tamu undangan, serta turis dan masyarakat lokal

Pembukaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 ditandai dengan dimulainya rangkaian Festival ke-14 dalam Kharisma Event Nasional yang berlangsung pada 7-12 Agustus 2026, mengusung tema “Collaboration of Spirit”.

Dalam sambutan Gubernur Sulut Yulius Selvanus menekankan pentingnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan tahunan Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Ditegaskan Gubernur, keberhasilan TIFF tidak sekadar bergantung pada kemeriahan kendaraan hias, namun sejauh mana Festival ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, melalui ajang promosi sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi rakyat yang jika bergerak bersama, maka penyelenggaraan festival seperti ini tidak lagi sebatas pertunjukan, melainkan sarana atau mesin penggerak utama ekonomi daerah.

“TIFF menjadi motor bangkitnya ekonomi kreatif dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” pesan orang nomor satu di Sulut.

Sekedar informasi, Pegelaran ini melibatkan sedikitnya 37 petani bunga atau para pelaku usaha lokal secara swadaya menyiapkan sekitar 353 ribu pohon krisan untuk menyukseskan TIFF 2026.

Kreativitas 35 kendaraan hias (float) menghiasi puncak TIFF 2026, terdiri dari 17 float besar dan 18 float kecil, dibalut lebih dari 210 ribu pohon bunga segar.

Seni instalasi bunga lokal yang mendunia mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sarana ini dipastikan menggerakkan rantai ekonomi dengan menghubungkan petani, pengrajin, dekorator, pelaku UMKM, hingga sektor jasa. (*/pol)