IMI Pusat “Bekukan Sementara” Kegiatan IMI Sulut Buntut Tragedi Drag Race Kotamobagu

IMG_20260814_101326

 

focusbrita.com, KOTAMOBAGU – ‎Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat akhirnya bereaksi dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan olahraga bermotor di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

IMI Pusat juga menyoroti kinerja IMI Sulut selaku pihak yang merekomendasi event tersebut.

Langkah tegas ini diambil pasca tragedi berdarah mengakibatkan delapan orang dilaporkan meninggal dunia (MD) buntut kecelakaan dalam turnamen Drag Race Kotamobagu Championship 2026, di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) kejadian Minggu (09/08/26).

Selain itu, terinformasi ada sembilan korban lainnya mengalami luka-luka sementara dalam perawatan di rumah sakit.

Penghentian sementara yang dikeluarkan IMI Pusat ini tertuang dalam surat Nomor 499/IMI/A/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

‎Dalam ‎surat tersebut, Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto melayangkan teguran keras dan instruksi langsung kepada Ketua IMI Sulut, Rio Dondokambey.

‎‎Insiden tragis yang terjadi di sirkuit non permanen Jln A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu, Minggu (09/08/26) berawal ketika sebuah mobil peserta balapan kehilangan kendali kemudian menyerempet  kerumunan penonton.

‎Bagi IMI Pusat, kelalaian dalam penyelenggaraan ini harus ditindaklanjuti secara serius.

‎Fokus utama tertuju pada aspek keselamatan, ketertiban, serta kepastian apakah pelaksanaan kegiatan telah memenuhi standar operasional dan ketentuan organisasi yang berlaku.

‎Ultimatum 7 Hari: IMI Sulut Wajib Bongkar Dokumen!

‎Sadar bahwa event berujung maut tersebut mengantongi rekomendasi resmi dari IMI Sulawesi Utara (Nomor 80/SR/IMI-SULUT/B/VII/2026), IMI Pusat kini mendesak transparansi total.

‎IMI Sulut diberikan waktu sangat terbatas, yakni paling lambat tujuh hari kalender sejak surat diterima, untuk menyerahkan laporan tertulis dan membongkar seluruh dokumen pendukung. Dokumen pertanggungjawaban tersebut wajib mencakup :

‎Seluruh dokumen terkait penyelenggaraan kegiatan. Dasar dan kronologis penerbitan rekomendasi event oleh IMI Sulut. Kronologis lengkap terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

‎Selain itu, IMI Pusat juga menginstruksikan IMI Sulut untuk turun langsung memantau dan membantu panitia penyelenggara guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak.

‎Sebagai sanksi tegas selama proses evaluasi berjalan, IMI Pusat resmi membekukan kewenangan IMI Sulut terkait perizinan ajang balap.

‎IMI Sulawesi Utara dilarang keras menerbitkan rekomendasi baru, memberikan persetujuan, maupun mencabut rekomendasi yang telah terbit sebelumnya, sampai ada keputusan lebih lanjut dari pusat.

‎Dengan demikian, seluruh kegiatan olahraga bermotor di wilayah Sulawesi Utara dipastikan lumpuh dan tidak dapat berjalan sebagaimana biasanya.

Diketahui, ‎aparat kepolisian saat ini ikut melakukan penyelidikan intensif, mendalami aspek pengamanan lokasi, kondisi lintasan, berakibat kecelakaan hingga merenggut banyak korban dalam event tersebut.

‎”Keselamatan jiwa merupakan hal yang tidak dapat ditawar dalam setiap penyelenggaraan olahraga bermotor,” tegas IMI Pusat dalam suratnya.

‎Publik dan para pecinta otomotif tengah menanti pertanggungjawaban dan transparansi izin penyelenggaraan buntut tragedi paling kelam dalam sejarah otomotif di Sulawesi Utara (Sulut). (*/pol)